Safety dijalan umum menurut pandangan seorang Valentino Rossi

Gambar nyomot dari sini

Banyak para Blogger yang mengkampanyekan  safety riding agar sesama bikers selalu saling perduli akan keselamatan satu sama lain. Entah itu Klub motor atau pun perorangan. Seperti Yb sendiri pun selalu berusaha untuk melakukan pencegehan dari pada mengobati. Melengkapi diri dengan piranti keselamatan dalam berkendara. Setelah Ikhtiar masih celaka juga itu artinya sudah suratan takdir.:mrgreen:

tapi tidak cuma para blogger dan klub saja yang mempunyai penilaian tersendiri tentang pandangan mengenai keamanan berlalu lintas dijalan. Seorang Valentino Rossi pun dalam buku otobiographinya punya pandangan tersendiri dalam berkendara dijalan umum. Bahkan seorang Valentino Rossi mempunyai rasa takut yang sangat besar apabila berkendara dijalan umum ketimbang disirkuit. berikut Kutipan dari seorang Valentino Rossi.

Terus terang, kadang-kadang aku merasa lebih berbahaya mengantar Ibuku naik skuter ke toko swalayan terdekat saat musim salju dan ban motor itu belum panas, dari pada ikut balapan di grandpix. Karena di grandpix aku tahu kalau aku menggunakan perlengkapan yang benar. Itulah mengapa aku selalu waspada dijalanan. aku tak ngebut, karena memang tak ada kondisi yang mendukung untuk melakukannya. Bukan masalah motor bermesin besar. Balapan disirkuit jauh lebih aman dibanding naik motor biasa dijalan dan hal itu sudah jelas bagiku.

Dan yang terpenting adalah mengetahui batasannya. Sepeda motor tetap bisa menjadi ancaman kalau kamu tak bisa memahami batasannya.

Gambarannya sudah cukup jelas sekali bahwa situasi dijalan itu jauh lebih berbahaya dari pada disirkuit. Safety Geras dan Safety Riding saja tidak cukup kalo tidak diimbangi dengan kedewasaan sipengendara itu sendiri. Kadang kita kalah sama emosi yang tiba-tiba timbul saat kita bersinggungan dengan pengendara lain. Namun akal sehat jgn seketika mati mendadak dan kita akhirnya pun tanpa kontrol. Safety Gears yang digunakan pun menjadi sia-sia. Karena Safety Gears terkadang mencerminkan kedewasaan si pengendara itu sendiri. tapi kalo tiba-tiba jadi arogan, apa gunanya itu semua????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: